Taman Cagar Alam Pangandaran Wisata Edukasi Flora dan Fauna
Menyapa Rusa di Taman Nasional Cagar Alam
Cagar Alam Pangandaran
Keindahan Pantai Pangandaran tentunya sudah tidak asing lagi untuk kita terutama yang berada di daerah Jawa Barat, tetapi mungkin Wisatawan tidak tahu bahwa di daerah Wisata Pangandaran tidk melulu hanya tentang pantai, satu dari sekian tempat wisata di kawasan pantai Pangandaran yaitu hutan lindung Cagar Alam Pangandaran.
Memasuki sebuah kawasan wisata hutan lindung dengan aneka ragam flora dan fauna ,keaneka ragaman hayati dipadu dengan semilir angin pantai, suara deburan ombak dan nyanyian khas binatang hutan akan membawa suasan hati kita tenang tentram dan damai, warna hijau rimbunnya semak belukar mencerminkan betapa suburnya tanah hutan cagar alam pangandaran .
Satu dari sekian kelebihan yang dimiliki pantai pangandaran adalah taman wisata hutan lindung yang letaknya diantara dua pantai yaitu pantai timur dan barat sehingga memungkinkan wisatawan melihat matahari terbit dan tenggelam. Disamping itu wisatawan bisa melihat indahnya goa-goa alam dengan stalaktit dan stalakmitnya seperti : Goa Lanang, Goa Rengganis, Goa Sumur Mudal, dan Goa Miring. Disbut Goa Lanang karena didalamnya terdapat bantuan endapan yang berbentuk seperti kemaluan laki-laki. Disebut goa Rengganis, karena disana terdapat sumber mata air jernih dan tawar yang konon dahulunya menjadi tempat Dewi Rengganis mandi ketika abad kerajaan Sunda yang berpusat di Ciawi Ciamis. Barangsiapa yang mandi atau mengusap muka, konon akan segera mendapatkan jodoh (ini hanya sekadar dogeng) dan yang mengagumkan serta lucunya tingkah laku monyet dan cantiknya rusa yang bisa wisatawan lihat disemak dan area sekitar cagar alam.
Mengenal Goa di Taman Cagar Alam
Dilihat dari sejarahnya Cagar Alam Pangandaran dahulunya merupakan Kawasan Konservasi Sumber Daya Alam Pangandaran semula merupakan tempat perladangan penduduk. Tahun 1922, ketika Y. Eycken menjabat Residen Priangan, diusulkan menjadi Taman Buru. Pada waktu itu dilepaskan seekor Banteng, 3 ekor Sapi Betina dan beberapa ekor rusa. Karena memiliki keanekaragam satwa yang unik dan khas serta perlu dijaga habitat dan kelangsungan hidupnya maka pada tahun 1934, status kawasan tersebut diubah menjadi Suaka Margasatwa dengan luas 530 ha. Tahun 1961, setelah ditemukan bunga Raflesia Fatma yang langka, statusnya diubah lagi menjadi Cagar Alam. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat akan tempat rekreasi, maka pada tahun 1978, sebagian kawasan tersebut (37,70 ha) dijadikan Taman Wisata. Pada tahun 1990 dikukuhkan kawasan perairan di sekitarnya sebagai Cagar Alam Laut (470 ha), sehingga luas seluruhnya menjadi 1.000 ha.
Goa Taman Cagar Alam
Jenis pohon yang penyebarannya paling tinggi di cagar alam Pananjung Pangandaran adalah Andong, kemudian jenis lain yang cukup dominan adalah Laban. Sedangkan jenis pohon yang penyebarannya sangat minim di lokasi tersebut antara lain yaitu: Walikukun, Kelepu, Teureup, Menteng, Beringin, Walen, Jamura, Ki Huut, Renghas, dan Pulus. Selain pohon tersebut, terdapat beberapa jenis pohon introduksi di cagar alam ini seperti Salam, Jati, dan Huni yang tumbuh secara alami. Keberadaan pohon jati di lokasi, diperkirakan karena terjadi ekspansi pohon jati dari Taman Wisata Alam Pangandaran (TWAP) menuju cagar alam Pananjung Pangandaran dan apabila dilihat sejarah cagar alam ini, sekitar kurang lebih 70 tahun lalu di dalam kawasan ini terdapat pemukiman penduduk, sehingga ada kemungkinan bahwa pohon jati sengaja ditanam oleh penduduk yang tinggal di kawasan tersebut.
Untuk Dapat Menikmati TWA Pangandaran wisatawan dapat melalui pintu masuk pantai timur dan barat, tetapi bagi wisatawan yang ingin memiliki perjalanan yang lebih menarik bisa menggunakan perahu pesiar yang ada di sekitar pantai barat dan timur. Kelebihan yang dimiliki TWA Pangandaran adalah memliki pasir putih yang tidah dijumpai di destinasi wisata lain di Pangandaran, memiliki taman wisata air dimana wisatawan dapat melakukan snorkeling, watersport, memancing dan berkeliling menggunakan perahu pesiar.
Sungai Citumang, yang menjadi kawasan wisata baru body rafting, merupakan aliran sungai besar yang dikelilingi alam hutan di Desa Bojong, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Bukan sekadar sungai pada umumnya, Sungai Citumang yang dikelola masyarakat sekitar dan Perum Perhutani itu memiliki keunikan lain yang menawarkan pemandangan alam hutan, gua yang terletak di hulu sungai dan aliran air yang jernih.
Keistimewaan dari sungai tersebut, yaitu menyuguhkan keindahan alam dan tantangan petualangan bagi wisatawan untuk menjelajahinya.
Wisatawan baik kalangan anak-anak maupun dewasa dapat menguji keberanian diri dengan turun langsung ke Sungai Citumang pada DAS sepanjang kurang lebih dua kilometer.
Kawasan wisata baru di Kabupaten Pangandaran itu kini menjadi primadona, bahkan wisatawan merasa tidak lengkap jika ke Pangandaran tidak mencoba body rafting di Sungai Citumang.
“Sekarang Citumang ini menjadi tujuan wisata ke Pangandaran, sedangkan ke Pangandaran itu hanya tidur menikmati pantai, siang harinya berpetualang di Citumang,” kata Koordinator Objek Wisata Citumang, Tata Judin saat berbincang-bincang dengan penulis.
Sementara itu, Kabupaten Pangandaran merupakan Daerah Otonomi Baru pemekaran dari Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, yang resmi dimekarkan pada 25 Oktober 2012.
Daerah yang berada di wilayah perbatasan Kabupaten Tasikmalaya dan Cilacap, Jawa Tengah itu selalu menjadi destinasi wisata unggulan di Jawa Barat.
Daerah yang menghadap ke laut Samudra Hindia itu menyuguhkan berbagai keunggulan wisata pantai seperti Pantai Pangandaran yang dapat menyaksikan matahari terbit di Pantai Timur Pangandaran dan matahari tenggelam di Pantai Barat.
Selain Pantai Pangandaran ada juga Pantai Batu Karas, Pantai Batu Hiu, Pantai Karapyak, Pantai Keusik Luhur, dan juga objek wisata lainnya seperti pemandangan sungai di Cukang Taneuh atau dikenal dengan nama Green Canyon.
Berbagai objek wisata tersebut berada di sepanjang garis pantai di Kabupaten Pangandaran yang jaraknya dapat ditempuh dengan berbagai jenis kendaraan sepeda motor maupun bus.
Namun saat ini, wisatawan Pangandaran tidak hanya menikmati keindahan pantai, tetapi dapat menikmati dan mejelajahi keindahan alam hutan dan Sungai Citumang di Kecamatan Parigi.
Curug Bilik, Syurga Kecil di Perbatasan Pangandaran
Curug Bilik Pangandaran, terletak di Kampung Mekarsari, Desa Jayasari, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran yang merupakan daerah ujung Kabupaten Pangandaran dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Tasikmalaya.
Berjarak 52.5 Km dari Bundaran Pangandaran dan dapat di tempuh kurang lebih 2 – 3 jam dari Bundaran Pangandaran ke arah Langkaplancar.
Alamnya yang masih asri dan begitu alami serta akses menuju curug tidak usah jalan kaki dari atas jalan kita bisa turun dan langsung menikmati indahnya curug sebari berenang dan berkumpul bersama rekan dan keluarga.
Curug Bilik memiliki ketinggian sekitar 10 – 15 meter dengan lebar sekitar 20 meter dengan kontur batuan dingding curug yang indah sehingga air terjun ini menjadi begitu unik, dan tidak hanya itu saja hal lain yang unik dari curug ini adalah letaknya yang persis berada di bawah jembatan utama jalan perbatasan antara Tasikmalaya dan Pangandaran.
Bila kita berada di bawah curug kita bisa melihat jembatan tersebut jadi orang orang yang melintas akan terlihat langsung oleh kita.
Tidak hanya menikmati air terjun di sini juga kita dapat menikmati berbagai kuliner khas curug bilik yaitu Ikan Gurame Bakar yang di sajikan dengan bumbu dan rempah rempah khas Langkaplancar yang di ramu sedemikian rupa hingga rasanya begitu nikmat terasa di lidah.
Kita dapat menikmati kuliner di atas saung balong yang begitu terasa nuansa desa sebari menikmati indahnya curug bilik langkaplancar.
Penasaran ayo kunjungi dan jelajahi Destinasi Wisata yang ada di Kabupaten Pangandaran.
Body Rafting Santirah Pangandaran, tujuan wisata bagi yang hobby berenang.
Body Rafting Santirah Pangandaran
Body Rafting Santirah Pangandaran kini semakin dikenal para wisatawan yang ingin menguji adrenalin mereka di arus sungai. Body rafting bisa juga dikategorikan ke dalam olahraga yang cukup menantang. Ini merupakan aktifitas yang kita lakukan untuk menyusuri arus sungai. Di Pangandaran sendiri, banyak spot-spot untuk melakukan body rafting seperti di Green canyon dan Green Valley. Namun menariknya, sekarang ada juga spot Santirah yang tidak kalah seru.
Body Rafting Santirah Pangandaran memang yang paling baru jika dibandingkan spot lainnya di pangandaran. Santirah merupakan sungai yang berada di desa Selasari, kecamatan Parigi, kabupaten Pangandaran. Sungai ini baru dibuka untuk kegiatan wisata sejak Maret 2014. Dikabarkan bahwa para pemuda dan masyarakat desa Selasari lah yang memiliki ide untuk membuka sungai Santirah sebagai objek wisata di Pangandaran.
Kini, Santirah semakin populer dan menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin melakukan kegiatan body rafting. Tidak kalah indah dengan 2 spot body rafting lainnya, Santirah menyajikan pemandangan yang super. Pegunungan dan sawah yang terhampar luas dan hijau menjadi keunikan tersendiri dari Santirah ini.
Body Rafting Santirah
Buat kamu yang menyukai kegiatan body rafting, Santirah bisa menjadi pilihan yang tepat karena Sungai ini jarang diterpa banjir seperti Green Canyon ataupun Green Valley. Jadi, jika spot yang lain terkena banjir, kamu bisa memanfaatkan keberadaan sungai Santirah untuk tetap melakukan body rafting.
Letak sungai Santirah sendiri cukup strategis karena memiliki lokasi yang lebih ke hulu dan hal ini bisa meminimalisir potensi banjir. Disamping itu, arus sungai Santirah juga cukup menantang. Namun arusnya masih tergolong aman untuk digunakan kegiatan body rafting atau kegiatan-kegiatan air lainnya.
Jika kamu tertarik untuk menantang diri kamu sendiri kamu bisa segera pesan paket wisata Body Rafting Santirah Pangandaran. Banyak tour travel yang menyediakan jasa pemanduan body rafting untuk mengarungi sungai Santirah. Harga yang ditawarkan pun bermacam-macam. Kamu bisa melihat informasinya melalui internet yang sekarang ini sangat mudah diakses sekalipun dari ponsel kamu.
Harga yang dipatok untuk paket wisata Body Rafting Santirah Pangandaran biasanya berkisar antara Rp 150.000 – Rp 250.000 per orang. Harga ini sudah termasuk dengan fasilitas yang akan kamu dapatkan dan butuhkan selama melakukan body rafting seperti:
– Pemandu atau Tour leader.
– Perlengkapan body rafting dan tubing.
– Instuktur body rafting profesional.
– Tiket masuk.
– Konsumsi/makan.
– Peralatan P3K.
– Dokumentasi berupa foto atau video.
– Asuransi.
Beberapa tour travel bahkan tidak hanya menawarkan paket body rafting saja. Mereka juga menawarkan paket plus plus. Jadi selain Body Rafting Santirah Pangandaran, kamu juga bisa berwisata ke objek wisata lainnya seperti Batu Hiu dan Penangkaran Penyu. Jadi, pilihlah paket yang sesuai kebutuhan dan keinginanmu agar wisata bisa maksimal.
Body Rafting Santirah Pangandaran
Seputar Santirah dan Body rafting
Di sungai Santirah ini, terdapat terowongan yang panjang. Akan menyenangkan untuk mengarungi sungai ini sampai melewati terowongannya yang sudah dipastikan indah. Untuk jarak tempuh atau rute body rafting Santirah sendiri memiliki panjang sekitar 2 kilo meter (kira-kira). Rute sepanjang itu dirasa cukup untuk kamu menantang adrenalin dengan mengikuti arus sungai yang cukup deras.
Kamu tertarik bukan untuk bisa body rafting di sungai Santirah ini? Tenang saja, lokasi sungai ini tidak terlalu jauh dari kota Pangandaran. Ia hanya berjarak sekitar 15-17 kilo meter. Body rafting di sungai Santirah bisa berlangsung selama 3 sampai 4 jam sudah termasuk jeda atau istirahat. Biasanya sungai ini ramai pengunjung di akhir pekan. Pengunjung atau wisatawan tidak hanya berasal dari Indonesia tapi juga mancanegara. Tidak heran sungai ini semakin populer saja keberadaannya.
Mengapa body rafting di Santirah menyenangkan? Selain lokasinya yang strategis dan suasana alam sekitarnya yang indah, kegiatan body rafting memang kegiatan yang menyenangkan. Body rafting merupakan arung jeram yang tidak menggunakan perahu melainkan badan kita sendiri dibantu dengan fasilitas tambahan seperti water tubing atau banyak yang menyebutnya river tubing karena tubing ini biasanya khusus digunakan untuk kegiatan body rafting di sungai.
Apa yang harus diperhatikan selama melakukan kegiatan body rafting? Body rafting memang kegiatan yang menyenangkan terlebih jika arus sungai cukup deras. Maka adrenalin kita akan semakin tertantang untuk bisa menaklukannya. Namun, faktor keamanan, keselamatan dan kenyamanan harus tetap kita jaga.
Wonder Hill Jojogan – Surga Kecil Pangandaran. Anda tentu ingat akan suasana pantainya yang asri. Namun selain pantai, Kabupaten Pangandaran Provinsi Jawa Barat memiliki eko wisata baru, yaitu “Wonder Hill Jojogan”. Obyek wisata ini terletak di dusun cintaratu Desa Cintaratu Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran atau sebelah Uatra dari pusat Ibu kota Kabupaten, yang berjarak sekitar12 kilo meter.
Obyek wisata ini berada kurang lebih di ketinggian 1000 MdPL atau kurang lebih 1660 kaki di atas permukaan laut. Pengunjung di obyek wisata ini bisa menikmati pemandangan alam pegunungan dan menikmati panorama laut Pangandaran dan Pulau Nusakambangan Jawa Tengah. Wisata Wonder Hill Jojogan, selain untuk berwisata sangat cocok bagi mahasiswa yang ingin melaksanakan penelitian terutama dibidang Ilmu Biologi, karena di lokasi ini ada taman bunga yang dilestarikan oleh pemerintah daerah setempat.
Selain taman bunga, di lokasi ini terdapat goa dan air terjun. Bagi pengunjung yang hobi adventure bisa berenang di bawah air terjun dan body refting. untuk mengunjungi obyek wisata ini, pengunjung bisa melalui jalur darat atau kendaraan umum. Kendaraan roda dua dan roda empat bisa masuk ke lokasi ini, dan disediakan area parkir yang cukup. Tiket masuk ke lokasi ini, cukup dengan Rp. 10.000. Murah bukan, rekreasi sambil meneliti ilmu tentang tanaman.
Obyek wisata ini terletak di dusun cintaratu Desa Cintaratu Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran
Wonder Hill Jojogan Surga Kecil Pangandaran
Kabupaten Pangandaran selaon memiliki pantai yang indah, memiliki eko wisata baru, yaitu “Wonder Hill Jojogan”.
Pantai Batu Hiu Pangandaran: Legenda, Lokasi & Keindahan
Keindahan Pantai Batu Hiu Pangandaran Jawa Barat sudah dikenal sejak lama. Ya, selain tentu saja pantai Pananjung Pangandaran, Pantai Batu Karas dan Karang Nini.
Mereka adalah pantai-pantai terindah di Jawa Barat yang sangat populer .Kenapa disebut Batu Hiu? Mudah ditebak. Karena memiliki sebuah batu (karang) yang mirip ikan hiu.
Pantai ini berada di Kabupaten Pangandaran (dulu Ciamis). Dari kota berjarak sekitar 14 km ke arah selatan. Tepatnya di Desa Ciliang Kecamatan Parigi.
TANAH LOTNYA JAWA BARAT
Keistimewaan Pantai Batu Hiu adalah panorama alam yang sangat indah. Bahkan, pantai ini disebut-sebut sebagai Tanah Lot-nya Jawa Barat.
Pantai Batu Hiu Pangandaran Tanah Lotnya Jawa Barat
Untuk menikmati pemandangan, kita harus naik ke atas sebuah bukit kecil. Dari atas bukit kecil yang ditumbuhi pohon-pohon Pandan Wong (sejenis pohon palem) tersebut, kita bisa menyaksikan birunya Samudra Indonesia dengan deburan ombaknya yang menggulung putih.
Uniknya, untuk naik ke atas bukit, kita harus melewati “gerbang” berupa terowongan kecil berbentuk mulut ikan hiu.
Gerbang ke Bukit Berbentuk Ikan Hiu
Kita juga bisa bermain air laut di sebelah bukit. Namun hati-hati, karena banyak ubur-ubur berserakan di pasir pantai.
Ketika hari mulai redup, pengujung dapat menyaksikan pesona matahari terbenam di cakrawala. Sayangnya, karena ombaknya yang besar, pantai ini tidak cocok untuk berenang.
LEGENDA BATU HIU
Pantai Batu Hiu Pangandaran Photo
Di sebelah utara bukit, kita bisa jumpai beberapa petilasan. Konon merupakan petilasan tokoh-tokoh yang ada kaitannya dengan sejarah Pantai Batu Hiu.
Memang terdapat legenda dan mitos yang dihubungkan dengan pantai ini.
Konon, pada abad ke-11 sejumlah pasukan dari Mataram yang dipimpin oleh Aki Gede dan Nini Gede tiba di temat ini melalui laut.
Ketika mendarat, mereka memutuskan untuk beristirahat dan tinggal sementara di dekat bukit. Aki dan Nini Gede kemudian memerintahkan pasukan untuk mencari makanan.
Salah satu prajurit yang bernama Ki Braja Lintang, memutuskan untuk mencari ikan di pantai dan menangkap seekor hiu.
Ketika Aki dan Nini Gede mengetahui tentang ini, mereka memerintahkan untuk melepaskan ikan kembali ke lautan.
Pemandangan Sunset di Pantai Batu Hiu Pangandaran
Namun setelah kembali dilepas, ikan hiu tersebut berubah menjadi sebuah batu hitam besar yang berbentuk hiu dan masih bisa dilihat hingga saat ini.
Ada juga beberapa gua di daerah tersebut, penduduk setempat percaya bahwa salah satu gua ini terhubung ke Cirebon di Pantai Utara
PENANGKARAN PENYU HIJAU
Kira-kira 15 kilometer ke arah barat dari Batu Hiu, dapat kita jumpai penangkaran penyu hijau yang dikelola oleh Kelompok Pelestari Biota Laut (KPBL) Batu Hiu.
KPBL berdiri di awal tahun 80-an atas inisiatif Bapak Didin yang didasari keprihatinan terhadap semakin maraknya perburuan dan pengambilan penyu untuk konsumsi maupun perdagangan, dengan memburu penyu dewasa hingga telurnya.
Penangkaran Penyu di Batu Hiu Pangandaran
Penangkaran penyu adalah salah satu objek wisata edukasi di Pangandaran. Di sini pengunjung dapat mengetahui beberapa jenis penyu serta cara perkembangbiakannya.
Pengujung juga diperbolehkan untuk mengelus dan memberi makan penyu-penyu yang ada.
Tidak dipungut biaya apapun untuk masuk ke penangkaran. Bila ingin berdonasi untuk mendukung aktivitas beliau dan kelompoknya, anda bisa mengisi kotak yang disediakan.
Jika sedang beruntung, pada bulan-bulan tertentu kita bisa ikut melepaskan tukik (anak penyu) ke lautan.
TIKET MASUK BATU HIU PANGANDARAN
Bila anda tertarik berkunjung, cukup banyak paket wisata yang menawarkan perjalanan menuju Pantai ini.
Adapun harga tiket masuknya adalah sebagai berikut:
– Orang : Rp 3.300,- – Motor : Rp 7.000,- – Jeep : Rp 19.500,- – Carry : Rp 36.000,- – L300 : Rp 51.500,- – Bis Kecil : Rp 68.000,- – Bis Sedang : Rp 106.000,- – Bis Besar : Rp 172.000,-
Segala beban pikiran dan penat akibat pekerjaan atau kegiatan mudah sekali menyerbu pikiran Anda. Anda dapat meluangkan waktu Anda untuk berlibur agar pikiran Anda dapat rileks kembali. Salah satu destinasi menarik yang layak Anda kunjungi adalah Pantai Keusik Luhur di Jawa Barat.
Pantai ini memiliki keindahan yang dapat membuat Anda betah untuk menjejakkan kaki di sini. Selain itu, tebing-tebing di sekitar pantai membuat pemandangan sangat eksotis dan dapat dijadikan background pemandangan yang indah untuk berfoto.
Pantai Keusik Luhur berada di Desa Kertamukti, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat. Pantai ini berjarak sekitar 30 kilometer dari pusat kota Pangandaran dan dapat ditempuh dalam waktu 1 jam 15 menit dari pusat kota tersebut. Walaupun cukup jauh, tetapi pemandangan pantai tetap setimpal atas perjalanan jauh Anda.
Jam Buka dan Harga Tiket Masuk Pantai Keusik Luhur
Anda dapat memasuki kawasan Pantai Keusik Luhur dengan membayar harga tiket masuk sebesar Rp 8.000,- per orang untuk hari senin-jumat, dan Rp 10.000,- per orang untuk hari sabtu-minggu. Harga parkir kendaraan pun cukup terjangkau, yaitu berkisar antara Rp 3.000,- – Rp. 5.000,- untuk kendaraan bermotor, dan sekitar Rp 10.000,- untuk kendaraan roda dua atau bis.
Daya Tarik Pantai Keusik Luhur
1. Spot memancing
Pantai Keusik Luhur merupakan tempat yang pas untuk kegiatan memancing. Anda dapat memancing dari atas tebing karang. Namun, Anda perlu tetap hati-hati untuk menjaga keselamatan Anda dari tajam dan kerasnya karang. Sambil menunggu tangkapan ikan pada pancing, Anda dapat menghembus udara pantai dan menikmati keindahan alam. Asyik, bukan?
2. Spot melihat sunset dan sunrise
Pantai ini menjadi lokasi yang sangat pas untuk menikmati matahari terbit dan tenggelam. Indahnya karang di sepanjang pantai, angin semilir, dan deburan ombak menambah suasana menjadi semakin indah. Bayangan matahari yang terpantul di hamparan air laut menimbulkan warna keemasan yang eksotis. Menarik, bukan?
3. Pemandangan batu-batu karang
Batu-batu karang merupakan pemandangan khas yang Anda temui di pantai ini. Memang sebaiknya Anda tidak berenang di area pantai karena dikhawatirkan akan terluka karena karang. Namun, hal tersebut tidak mengurangi esensi liburan Anda. Karang-karang di sekitar pantai justru menimbulkan kesan pemandangan yang sangat indah dan cocok untuk memuaskan pandangan Anda.
4. Meditasi atau yoga
Pantai ini pun sangat cocok untuk melakukan meditasi atau yoga. Suasana pantai yang tenang dan nyaman membuat Anda semakin nyaman. Selain itu, pantai ini masih alami sehingga Anda dapat semakin menyatu dengan alam. Sebaiknya, bawalah peralatan yoga Anda sendiri karena akan sulit menemukan peralatan yoga atau meditasi di sekitar tempat ini.
5. Fotografi
Untuk Anda yang hobi fotografi, Pantai Keusik Luhur menjadi tempat yang cocok untuk menuangkan kegemaran Anda. Pantai ini begitu eksotis dengan karang-karang di sekitar pantai. Jika kamu masih amatir, tidak masalah untuk belajar memotret di pantai ini. Suasana yang tenang akan membuat Anda rileks untuk belajar memotret.
Selain itu, pantai ini dapat digunakan sebagai tempat untuk berfoto pre-wedding atau pun post-wedding. Foto bersama pasangan tercinta berlatar pantai yang berbatu karang semakin menambah momen kebahagiaan Anda.
Fasilitas di Pantai Keusik Luhur
Pantai Keusik Luhur sudah dilengkapi oleh fasilitas yang menunjang liburan Anda. Objek wisata ini memiliki area parkir untuk kendaraan yang cukup luas dan mampu menampung kendaraan bermotor, mobil, hingga bus pariwisata. Selain itu, terdapat tempat sholat atau mushola yang dapat menunjang peribadahan umat muslim. Terdapat pula kamar mandi atau MCK yang disediakan untuk pengunjung. Jangan khawatir tidak kebagian, karena kamar mandi di objek wisata ini sudah cukup memadai.
Bagi Anda yang ingin menginap, sayangnya belum terdapat penginapan di sekitar objek wisata ini. Namun, jangan khawatir. Terdapat penginapan yang dapat dijangkau dari objek wisata ini. Anda dapat mengjangkaunya dengan bermobilisasi selama kira-kira dua puluh menit. Jadi, Anda dapat menghabiskan malam liburan Anda di sini dengan rileks dan tenang.
Namun, warung makan yang menjual aneka makanan tersedia di sekitar Pantai Keusik Luhur belum terlalu banyak jika dibandingkan dengan objek wisata lainnya. Oleh sebab itu, disarankan Anda membawa makanan sendiri jika berkunjung ke sini ya!
Akses dan Rute Menuju Pantai Keusik Luhur
Aksebilitas menuju lokasi wisata Pantai Keusik Luhur cenderung mudah. Pantai ini relatif mudah dijangkau. Anda dapat menggunakan dua cara untuk mencapai lokasi, yaitu dengan menggunakan jalur darat dan jalur udara. Apabila Anda dari Jakarta, maka Anda dapat menaiki bus dengan menggunakan jalur Kampung Rambutan-Pangandaran yang bertolak dari terminal Kampung Rambutan. Bus tersebut menuju Terminal Pangandaran. Jarak Terminal Pangandaran dengan gerbang pantai hanya berjarak sekitar 300 meter. Anda pun dapat menggunakan becak atau berjalan kaki untuk mencapai pantai.
Apabila Anda dari Bandung, Anda dapat menaiki bus jurusan Bandung-Tasikmalaya-Banjar-Pangandaran, yang bertolak dari Terminal Cicaheum. Umumnya bus yang tersedia bernama Bus Budiman. Anda dapat memilih bus AC atau pun non-AC, sesuai keinginan dan kebutuhan Anda.
Apabila Anda dari pusat kota di Bali, Anda dapat menggunakan jalur udara. Anda dapat terbang dari Bandara Internasional Ngurah Rai ke Bandara Nusa Wiru di Pangandaran. Anda pun dapat menyewa mobil dari rental mobil dari bandara menuju Pantai Keusik Luhur.
Curug Bojong memiliki keindahan berbeda dari sungai lainnya yang ada di Pangandaran, Bila sebagian besar merupakan sungai dengan tebing maka Curug Bojong justru menghadirkan keindahan melalui bongkahan batu besar yang banyak terdapat di sisi sekitar sungai. Mantap bukan?
Curug Bojong menawarkan pengalaman adrenalin yang luar biasa, pasalnya selain arus sungai yang kencang juga ditambah dengan adanya bongkahan-bongkahan batu besar yang ada di sekitar sungai. Suasana ngeri-ngeri sedap akan anda rasakan ketika mencoba wahana River Tubing di sini.
Namun masih disayangkan akses ke lokasi yang memang tidak mudah, tapi tenang saja biarpun jalan yang sedikit rusak semua itu akan terbayar ketika anda mulai menjelajahi sungai ini. Jadi siapkan nyali anda sekarang.
Tentunya anda bebas berteriak saat menjelajah sungai ini, yap luapkan lah semua kegalauan anda selama ini, lepaskan dan biarkan otak anda fresh kembali. Nah, setelah anda menjelajah sungai ini menggunakan Tubing/Ban anda akan disuguhi makan siang khas Pasundan yaitu nasi liwet, mantap kan?
Ayo tantang adrenalin anda di tempat ini, berteriak, meluncur dan bersenang-senang bersama sahabat terdekat anda. Hilangkan kepenatan bekerja dan dapatkan inspirasi baru. Siaaaap?
Objek wisata yang satu ini merupakan perpaduan nuansa alam antara objek wisata Pangandaran dan Batu Hiu dengan suasana alam yang tenang, gelombang laut yang bersahabat dengan pantainya yang landai membuat pengunjung kerasan tinggal di kawasan ini. Terletak di Desa Batukaras, Kecamatan Cijulang dengan jarak ± 34 km dari Pangandaran.
Pantainya yang landai dengan air laut tenang nan biru menanti Anda untuk segera berenang menikmati airnya yang segar. Anda bisa nikmati suasana tenang dengan angin sepoi-sepoi menikmati hidangan di rumah makan yang tersedia. Pandangan lepas ke ujung cakrawala memberi Anda ketenangan dan kenangan berlibur yang menyenangkan.
Kegiatan wisata yang dapat dilakukan selain berenang antara lain: berperahu di bengawan, berkemah dan berselancar. Jika liburan Anda bersama keluarga, akomodasi telah tersedia untuk Anda, ada pondok wisata yang dilengkapi dengan arena bermain dan rumah ibadah. Pondok wisata ini dikelola langsung oleh Diparda Kabupaten Ciamis. Fasilitas lainnya yang tersedia antara lain: Hotel, Camping Ground, Kios Cinderamata, sewaan papan selancar dan ban renang.
OBJEK WISATA TERDEKAT : Green Canyon – Madasari – Batu Hiu
Pertama kali mendengar nama Green Canyon, imajinasi kita pasti
akan terbawa jauh ke Amerika. Tapi objek wisata alam yang kita maksudkan saat
ini asli berada di Indonesia, lokasi persisnya ada di desa Kertayasa, kecamatan
Cijulang, Ciamis, Jawa Barat, ± 31 km atau dengan jarak tempuh 45 menit
berkendara dari pantai Pangandaran.
Sekilas nama Green Canyon akan mengingatkan
kita pada Taman Nasional pertama di Amerika Serikat yang terletak di utara
Arizona, Grand Canyon.
Green Canyon di Pangandaran adalah destinasi yang bisa
dikategorikan sebagai lanskap tropis yang unik, diantara kedua dinding ngarai
yang berwarna hijau karena ditumbuhi lumut ini anda bisa langsung melihat
fenomena alam yang menarik, adanya stalagtit dan stalagmit yang dapat
disaksikan secara langsung diruang terbuka, bukannya di kedalaman lorong-lorong
gua bawah tanah.
Asal Usul Nama Green Canyon
Masyarakat setempat menyebutnya sebagai “Cukang Taneuh” bahasa Sunda yang berarti Jembatan
Tanah, karena di lokasi tersebut terdapat jembatan yang terbangun secara alami
dari tanah selebar 3 meter dan dipergunakan masyarakat sebagai jembatan, sarana
penghubung diantara tebing batu diantara dua desa yang berdekatan.
Nama Green Canyon sendiri diyakini
dipopulerkan oleh beberapa turis dari Perancis yang melancong sekitar pada
tahun 1993 dan cukup melejitkan potensi alam daerah ini secara nasional dan
internasional.
Menuju
Green Canyon, sepanjang menyusuri sungai Cijulang, anda disuguhi suasana
hijau lebatnya hutan yang masih alami
Ngarai ini terbentuk
akibat terkikis oleh aliran air sungai Cijulang selama ratusan tahun yang
menembus batuan karstdan membentuk ornamen-ornamen
cantik seperti stalagtit dan stalagmit yang mempesona. Air sungainya cukup
jernih dengan lumut yang melimpah sehingga mempengaruhi warna air menjadi
hijau, ini juga yang menjadikan alasan Cukang Taneuh lebih terkenal dengan nama
barunya Green Canyon.
Karst memiliki arti lahan gersang berbatu, dan
salah satunya dicirikan adanya goa sistem bawah tanah. Kawasan Karst merupakan
bentang alam yang memiliki kondisi hidrologi dan bentuk lahan spesifik yang
berkembang di batuan mudah larut (batugamping, marmer, gipsum,
halit)
Transportasi Menuju
Green Canyon
Dari Jakarta atau Bandung, rute utama menuju Green Canyon adalah
ke arah Pangandaran. Anda dapat menggunakan pesawat kecil, bus atau kendaraan
pribadi. Jika menggunakan transportasi umum, dari terminal Pangandaran
dilanjutkan dengan minibus menuju terminal Cijulang dan selanjutnya dapat
menggunakan ojeg yang mangkal disekitarnya. Dari Jakarta, Pangandaran dapat ditempuh dengan
kendaraan pribadi sekitar 6-8 jam dengan jarak 358 km melalui rute Bandung –
Tasikmalaya – Banjar – Pangandaran. Menghindari jenuh karena lamannya
perjalanan, umumnya ditempuh pada malam hari, berangkat dari Jakarta selepas
pukul 21.00 dan sampai di pantai Pangandaran lebih pagi sambil menyongsong
terbitnya Matahari di tepi pantai timur Pangandaran.
Meskipun jalur selatan lebih pendek, rute ini
tidak disarankan untuk anda. Kondisi jalan rusak parah dan aktifitas truk pengangkut
pasir menambah kepadatan jalan sehingga memakan waktu lebih lama dari jarak
yang diperhitungkan.
Angkutan Umum, Menggunakan
Bus dari Kampung Rambutan Jakarta (± 358 km) langsung
menuju terminal Pangandaran yang berangkat hampir setiap jam dari pagi. Dari Bandung ± 236 km, naik Bus Budiman dengan
rute Bandung – Tasikmalaya – Banjar – Pangandaran, pilihan lain bisa juga naik
Elf. Dari Yogyakarta ± 380 km naik Bus jurusan
Yogyakarta-Cilacap-Kalipucang-Pangandaran Jalur Udara Jakarta (Halim Perdana Kusuma – HLP) –
Pangandaran Nusa Wiru dengan jasa penerbangan Susi
Air menyediakan layanan paling mudah, cepat dan aman menuju
Pangandaran. Dalam setiap hari rute Jakarta – Pangandaran dilayani satu kali
penerbangan.
Aktivitas Menarik di
Green Canyon
Setelah memarkirkan
kendaraan di kawasan wisata Green Canyon, anda bisa memilih dua aktivitas
menarik untuk menikmati pesona hijau Cukang Taneuh, menyesuaikan waktu dan
budget yang tersedia untuk memilih jalur pendek (1 jam pengarungan) dan jalur
panjang (3-4 jam pengarungan) dengan Body Rafting.
Saat
memasuki celah sempit, pintu gerbang Green Canyon. Perahu harus bergantian
satu persatu masuk atau keluar yang dipandu oleh petugas dari atas bukit
Body
Rafting adalah aktivitas alam
menyusuri jeram dan riam di sungai. Jika Rafting adalah arung jeram dengan
menggunakan perahu dan dayung sebagai peralatan utamanya, untuk Body Rafting
kita hanya menggunakan badan/tubuh kita sebagai perahu sekaligus dayungnya.
Perlengkapan utamanya hanyalah pelindung kepala (helm), kaki (decker) dan pelampung (life jacket) untuk
perlindungan terhadap benturan.
Menyusuri Sungai Cijulang dengan Perahu Wisata
Setelah berada di
kawasan Green Canyon, dari tempat parkir utama anda cukup menyeberang jalan
untuk menuju Dermaga Ciseureuh, lokasi loket masuk kawasan wisata sekaligus
tempat pemberangkatan menuju Green Canyon dengan menggunakan perahu wisata
dengan mesin tempel.
Mulai
start dan penjemputan Body Rafting dari sini, gua Green Canyon
Selanjutnya anda akan membayar
restribusi masuk lokasi wisata Green Canyon, asuransi wisata dan menyewa perahu
sebesar Rp. 150.000/perahu. Tiap perahu dapat memuat hingga 5
(lima) orang pelancong yang akan di antar menyusuri sungai Cijulang menuju
Green Canyon dengan jarak 3 km atau dapat ditempuh dalam waktu 30-45 menit.
Tiba di ujung perjalanan perahu, anda bisa
menikmati indahnya pesona alam Green Canyon dari perahu atau berdiri di
pelataran batu. Tapi pasti lebih menarik jika anda bersedia berbasah-basahan
berenang di sekitar area Green Canyon, anda cukup mempersiapkan baju ganti
untuk pulang selebihnya semua perlengkapan pengaman life jacket (pelampung perorangan) sudah
disediakan oleh tukang perahu dengan tambahan biaya sewa dan jasa pemandu untuk
menyusuri Green Canyon.
Mengarungi Jeram Green Canyon dengan Body
Rafting
Kurang puas hanya satu
jam berada di Green Canyon, anda bisa memilih kegiatan Full Body Rafting dengan
panjang rute pengarungan sejauh ± 5km yang dapat ditempuh selama 3-4 jam. Jika
wisata perahu Green Canyon memulai start dari dermaga Ciseureuh, aktivitas Body
Rafting ini dimulai dari hulu sungai Cijulang. Menuju ke titik start anda akan
diantar dengan kendaraan pick up, melewati
jalan kebun dan bukit hingga sampai ke titik start Guha Bau.
Cukup banyak tersedia
jasa pemandu atau operator Body Rafting di Green Canyon yang syukurnya masih
didominasi oleh pengelola (masyarakat) lokal, sebut saja Janggala Adventure,
Xali-Xali dan Guha Bau Body Rafting. Diantara operator sudah memegang komitmen
yang sama untuk masalah harga demi menjaga persaingan yang sehat. Dengan
minimal 10 orang tiap sesi anda cukup membayar sebesar Rp. 200.000,-/orang sudah
lengkap dengan makan siang, perlengkapan standar dan dua orang pemandu.
Aktivitas Perahu dan Body Rafting di Green
Canyon dibuka setiap hari mulai pukul 07.30 WIB hingga 16.00 WIB dan libur
(tutup) pada setiap hari Jum’at
Tidak mutlak harus
bisa berenang untuk Body Rafting, tapi kemampuan berenang akan sangat bagus
untuk membantu menjaga kepanikan dan keseimbangan saat memasuki jeram, dan
mutlak wajib menggunakan pengaman diri meskipun mahir berenang untuk mengurangi
resiko terbentur dan demi kenyamanan. Mengarungi sungai Cijulang hingga Green
Canyon dengan Body Rafting akan dibagi dengan dua tahap dan istirahat pada
pertengahan jarak untuk menghangatkan badan dengan snack dan minuman hangat,
sekaligus memulihkan kondisi karena capek dan kedinginan.
Disamping melakukan Body Rafting, aktivitas yang tak kalah menantangnya dan
digemari hampir semua orang adalah loncat dari batu dan tebing. Ketinggian
sangat bervariasi dari 5 meter hingga 10 meter lebih.
Tips Wisata Body
Rafting di Green Canyon
+ Sediakan sopir cadangan, Jika anda membawa kendaraan
pribadi, perjalanan menuju Green Canyon sangatlah panjang dan melelahkan.
Pastikan anda memiliki sopir cadangan dalam satu kendaraan, kondisi yang harus
diperhatikan adalah saat perjalanan pulang selepas Body Rafting.
+ Pilih waktu yang tepat di musim kemarau, jika hujan
deras semalaman akan terjadi luapan air sungai dan meningkatkan debit Green
Canyon, sampai batas tertentu semua aktivitas di Cukang Taneuh akan distop demi
keamanan. Umumnya akan dialihkan kegiatannya ke Green Valley – Gua Citumang
yang lebih aman saat banjir.
+ Booking Tiket sebelumnya, disaat weekend, liburan
Nasional atau liburan sekolah. Green Canyon sarat dengan pengunjung Nusantara,
sebaiknya anda memesan tiket sebelum berangkat karena pada tiap harinya tiket
Green Canyon hanya dijual sebanyak 500 lembar tidak lebih.
+ Jadwalkan kegiatan paling pagi, khusus untuk Body
Rafting untuk menghindari kepadatan pengunjung, memilih jadwal paling pagi
sangat disarankan. Anda akan lebih leluasa dan nyaman menikmati petualangan dan
pesona Green Canyon.
+ Sarapan dulu sebelum Body Rafting, selama 3 jam lebih
energi dan fisik anda akan habis untuk menahan dingin dan sejuknya sungai
Cijulang, sarapan pagi yang cukup bisa mencegah kram dan kehabisan tenaga saat
Body Rafting.
+ Berangkat bersama Rombongan, tentu lebih meringankan
dari pada sendiri atau berduaan. Sewa satu perahu bisa dibagi berlima tentu
lebih ringan dari sisi anggaran. Body rafting akan lebih menarik sebagai
aktivitas kelompok, lebih seru jika rame-rama.
+ Sediakan uang cash yang cukup, satu-satunya alat
pembayaran yang bisa dilakukan disini adalah uang cash, di lokasi wisata ini
belum terdapat ATM (Anjungan Tunai Mandiri). Anda bisa melakukan tarik tunai
terakhir di SPBU sebelum Green Canyon.
+ Alat Dokumentasi, yang jangan sampai ketinggalan selain
pakaian ganti adalah perangkat untuk merekam kegiatan anda selama body rafting,
tentu pilih kamera yang tahan air.
Fasilitas Wisata di
Green Canyon
Fasilitas parkir untuk
kendaraan cukup memadai, mulai untuk kendaraan roda dua hingga bus besar. Lahan
yang luas bisa menampung cukup banyak kendaraan anda, meskipun pada saat
liburan nasional atau sekolah Green Canyon sangat rame dan padat pengunjung, lahan
parkir dapat menampung secara maksimal.
Diareal parkir juga tersedia cukup banyak kamar mandi umum, yang bisa anda
pergunakan untuk bilas selepas aktivitas Body Rafting. Toko makanan dan minuman
berjajar disepanjang area, yang menawarkan aneka menu masakan mengundang
selera. Anda tinggal memilihnya sesuai selera dan budget. Jika membawa
rombongan cukup banyak dan memerlukan restauran yang bisa menampung banyak
orang, anda bisa memilih restauran yang ada di sepanjang jalan Green Canyon, ±
500 meter sudah tersedia beberapa restauran lokal yang siap menampung peserta
dalam jumlah besar.
Penginapan di Green
Canyon
Jika anda datang dari
Jakarta atau Bandung, sangat disarankan merencanakan perjalanan wisata ke Green
Canyon setidaknya menginap satu malam, untuk menghemat tenaga karena waktu
tempuh yang cukup panjang juga lebih leluasa bisa menikmati destinasi lainnya
yang tidak jauh dari lokasi Green Canyon, salah satunya adalah pantai Batu
Karas yang bisa dicapai hanya 15 menit menggunakan kendaraan.
Pondok
Cowet Batu Karas, salah satu alternatif penginapan yang tidak jauh dari
Cukang Taneuh
Di Green Canyon tidak
tersedia banyak pilihan hotel seperti halnya di Pangandaran, anda bisa
mencari Homestay, beberapa rumah masyarakat yang menyewakan
salah satu kamar atau rumahnya untuk penginapan dengan harga terjangkau, dengan
kisaran sewa homestay satu rumah dengan beberapa kamar dan dapur sebesar Rp.
500.000,-/malam. Dengan layanan kekeluargaan anda juga bisa memesan langsung
kebutuhan makanan selama berada di Green Canyon.
Alternatif lainnya adalah menginap di Pangandaran yang menyediakan cukup banyak
pilihan lokasi untuk bermalam, mulai dari homestay, losmen, villa dan hotel
berbintang. Jika menginap di Pangandaran, rencanakan pagi-pagi sekali untuk
berangkat ke Green Canyon.
Pilihan yang menarik untuk menginap dan tidak jauh dari Green Canyon adalah di
pantai Batu Karas, disamping sebagai tempat menginap, anda juga mendapatkan
pemandangan pantai dengan ombaknya untuk berlatih berselancar (surfing). Pantainya cukup tenang dan sunyi, malah lebih
sering terlihat pelancong dari mancanegara berada di lokasi ini dengan alasan
mencari ketenangan dan berburu ombak untuk aktivitas surfing.
Tiket dan Paket Wisata
di Green Canyon
Kami menyajikan beberapa pilihan untuk anda guna mempermudah perjalanan wisata anda bersama keluarga atau rombongan melalui layanan bookingtiket Green Canyon dan Paket Wisata Green Canyon. Anda bisa memesan tiket perahu dan body rafting, atau layanan wisata lengkap berikut dengan transportasi, hotel dan makanan.